Banjir sering dianggap selesai saat air sudah surut. Padahal, justru pekerjaan besarnya baru dimulai: lumpur mengendap, bau apek menetap, jamur mulai tumbuh, dan kontaminasi dari air banjir bisa menempel di lantai, dinding, perabot, hingga area dapur dan kamar mandi.
Di sinilah general cleaning pasca banjir jadi krusial. Bukan sekadar “beres-beres”, tapi proses pembersihan menyeluruh untuk mengembalikan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan ruangan—baik rumah, kantor, ruko, gudang, maupun area komersial.
Daftar Isi
- 0.0.1 1) Air banjir bukan air “biasa”: ada risiko kontaminasi
- 0.0.2 2) Lumpur mengendap dan merusak permukaan jika dibiarkan
- 0.0.3 3) Ruangan lembap = jamur cepat tumbuh dan bau apek sulit hilang
- 0.0.4 4) Disinfeksi itu beda dengan bersih secara visual
- 0.0.5 5) Mengurangi risiko korsleting dan kerusakan lanjutan (secara tidak langsung)
- 0.1 Apa saja yang dikerjakan saat General Cleaning Pascabanjir?
- 1 Kenapa lebih efektif memakai jasa daripada bersih-bersih sendiri?
1) Air banjir bukan air “biasa”: ada risiko kontaminasi
Air banjir bisa membawa campuran kotoran, limbah, bakteri, bahkan residu kimia dari saluran drainase. Dampaknya tidak selalu langsung terasa, tapi bisa muncul sebagai:
- gatal/iritasi kulit
- gangguan pernapasan karena jamur dan bau lembap
- diare atau gangguan pencernaan (kontaminasi area dapur/peralatan makan)
- meningkatnya risiko penyakit dari lingkungan lembap
General cleaning pascabanjir membantu memutus rantai masalah ini melalui pembersihan residu + sanitasi/disinfeksi pada titik rawan.
2) Lumpur mengendap dan merusak permukaan jika dibiarkan
Lumpur banjir biasanya mengandung pasir halus dan partikel abrasif. Kalau hanya disiram lalu dipel, sisa lumpur bisa:
- menggores keramik/vinyl
- membuat nat menghitam dan sulit balik bersih
- menumpuk di sudut, bawah furnitur, dan sela pintu
- membuat lantai tetap licin dan berbahaya
Dengan general cleaning yang benar, lumpur tidak hanya dipindahkan—tapi diangkat tuntas (scrubbing, vacuum/wet vacuum bila perlu, pembersih sesuai jenis lantai, dan pembilasan terkontrol).
3) Ruangan lembap = jamur cepat tumbuh dan bau apek sulit hilang
Setelah banjir, kelembapan ruangan bisa bertahan lama—terutama kalau sirkulasi udara buruk atau ada karpet, sofa, dan kayu yang menyerap air. Ini memicu:
- jamur di tembok, plafon, sudut ruangan
- bau apek permanen di ruangan dan AC
- noda kekuningan/kehitaman
- risiko alergi (bersin, mata perih, batuk)
General cleaning pascabanjir yang rapi biasanya mencakup pembersihan area lembap, penghilangan bau, dan penanganan titik jamur secara aman.
4) Disinfeksi itu beda dengan bersih secara visual
Lantai yang terlihat bersih belum tentu aman. Setelah banjir, disinfeksi pada area tertentu sangat disarankan, terutama:
- dapur dan area makan
- kamar mandi
- lantai dasar/area yang terendam
- pegangan pintu, saklar, meja kerja
- area anak dan ruang tidur
Tim yang terbiasa menangani pascabanjir akan menyesuaikan jenis disinfektan dan metode aplikasi supaya efektif, tetap aman, dan tidak merusak material.
5) Mengurangi risiko korsleting dan kerusakan lanjutan (secara tidak langsung)
General cleaning pascabanjir juga membantu proses pemulihan ruangan karena:
- area menjadi lebih mudah dicek (misal retak, rembes, atau material rusak)
- jalur akses teknisi listrik/AC lebih aman dan tidak licin
- kotoran tidak menyumbat ventilasi, kisi-kisi, dan saluran
Catatan penting: untuk listrik dan perangkat elektronik, tetap prioritaskan pengecekan teknisi. Cleaning dilakukan setelah area dipastikan aman.
Apa saja yang dikerjakan saat General Cleaning Pascabanjir?
Berikut alur kerja yang umum dilakukan agar hasilnya bukan sekadar “rapi”, tapi benar-benar pulih.
Tahap 1 — Assessment kondisi lapangan
- cek tingkat lumpur dan area yang terendam
- identifikasi material sensitif (kayu, karpet, vinyl, wallpaper)
- tentukan kebutuhan alat (wet vacuum, floor scrubber, dll.)
- tentukan fokus area prioritas (dapur, toilet, akses utama)
Tahap 2 — Angkat lumpur & kotoran berat
- pengangkatan sampah dan residu besar
- pembersihan endapan lumpur di lantai, sudut, nat, bawah furnitur
- pembersihan dinding bagian bawah yang terkena cipratan/endapan
Tahap 3 — Scrubbing dan pembersihan menyeluruh
- pembersihan lantai sesuai jenis permukaan
- pembersihan kaca, frame, pintu, handle
- pembersihan toilet dan sanitasi area basah
- pembersihan area dapur dan permukaan kerja
Tahap 4 — Sanitasi/Disinfeksi area rawan
- titik sentuh tinggi (handle, saklar, meja)
- area dapur dan toilet
- area lembap yang berpotensi jamur
Tahap 5 — Finishing & quality check
- pembilasan dan pengeringan terkontrol
- pengecekan bau, noda, dan sisa residu
- final touch agar ruangan siap digunakan kembali
Kenapa lebih efektif memakai jasa daripada bersih-bersih sendiri?
Bersih-bersih sendiri tentu bisa, terutama untuk kondisi banjir ringan. Tapi pada banyak kasus, hasilnya sering “capek duluan” tapi masalahnya tetap balik lagi (bau apek, jamur, lantai kusam). Umumnya karena:
- alat rumah tangga terbatas untuk angkat lumpur dan air kotor
- pemilihan chemical tidak sesuai material (akhirnya merusak permukaan)
- disinfeksi dilakukan tidak merata atau kurang tepat
- waktu pengerjaan panjang, mengganggu aktivitas dan operasional
Jika yang terdampak adalah kantor, ruko, fasilitas publik, atau rumah dengan tingkat endapan berat, jasa general cleaning biasanya lebih efisien dari sisi waktu, hasil, dan keamanan kerja.
Baca Juga: General Cleaning Pasca Renovasi, Kenapa Penting?
Checklist cepat: kapan Anda “wajib” general cleaning pascabanjir?
Anda sangat disarankan melakukan general cleaning pascabanjir jika:
- ada endapan lumpur tebal di lantai/sudut
- ruangan mulai bau apek dan lembap
- muncul bercak jamur di dinding atau nat
- dapur/toilet ikut terendam
- furniture kain/karpet terkena air banjir
- area dipakai publik (kantor, klinik, tempat ibadah, ruko)
- butuh ruangan cepat dipakai kembali
Baca Juga: Rumah Bersih, Kunci Cegah Radang Tenggorokan
Estimasi biaya general cleaning pascabanjir ditentukan oleh apa?
Agar ekspektasi realistis, biaya biasanya dipengaruhi oleh:
- luas area (m²)
- tingkat endapan (ringan/sedang/berat)
- jenis material (vinyl, marmer, kayu, karpet, dll.)
- jumlah titik rawan (toilet, dapur, banyak kaca)
- kebutuhan alat khusus (wet vacuum, floor scrubber)
- deadline pengerjaan (butuh cepat/operasional jalan)
Kalau Anda mau, tim Bilss biasanya bisa mulai dari survey cepat (online/offline) untuk menentukan scope kerja dan estimasi yang masuk akal.
Tips sebelum tim cleaning datang (biar pengerjaan lebih cepat)
- Pisahkan barang rusak dan barang yang masih bisa diselamatkan
- Buka ventilasi dan maksimalkan sirkulasi udara
- Jika aman, foto kondisi area untuk dokumentasi
- Pastikan akses masuk dan sumber air tersedia
- Untuk listrik: pastikan sudah dicek dan dinyatakan aman oleh teknisi bila perlu
FAQ
Biasanya bisa termasuk, terutama untuk area rawan seperti toilet, dapur, dan titik sentuh tinggi. Pastikan scope kerja menyebutkan sanitasi/disinfeksi.
Tergantung luas dan tingkat endapan. Banjir ringan bisa selesai lebih cepat, sedangkan endapan berat butuh waktu lebih panjang karena perlu angkat lumpur dan scrubbing detail.
Umumnya tidak. Jamur butuh penanganan khusus, termasuk pembersihan permukaan yang tepat dan pengurangan kelembapan agar tidak tumbuh ulang.
Sesegera mungkin setelah air surut dan area aman. Semakin cepat dibersihkan, semakin kecil risiko jamur, bau menetap, dan noda permanen.
Hubungi Kami
Banjir mungkin sudah surut, tapi risiko kotoran, jamur, dan bau apek bisa bertahan lama kalau tidak ditangani dengan benar.
Bilss siap bantu general cleaning pasca banjir—mulai dari angkat lumpur, pembersihan menyeluruh, sampai sanitasi area rawan, agar ruangan kembali nyaman dan aman dipakai.
👉 Konsultasikan kondisi lokasi Anda ke tim Bilss sekarang (cukup kirim foto/video area + estimasi luas). Anda bisa hubungi Bilss melalui tombol WhatsApp di website bilss.id atau channel kontak Bilss yang biasa Anda gunakan.





